Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

TANJUNG REDEB – DPRD Kabupaten Berau kembali mengingatkan pemerintah daerah agar lebih serius menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, kontribusi PAD terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih sangat kecil dibandingkan total belanja daerah.
Anggota DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, menegaskan bahwa Pemkab Berau tidak boleh terus bergantung pada dana transfer dari pusat maupun sektor sumber daya alam yang kian terbatas.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong pemerintah, khususnya Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), agar lebih maksimal mengoptimalkan sektor pendapatan daerah.
“Fraksi PDP akan terus mendorong pemerintah, utamanya Dispenda, untuk melakukan optimalisasi sektor pendapatan di Berau,” ujarnya.
Grace menyoroti bahwa hingga kini kontribusi PAD hanya sekitar Rp450 miliar dari total APBD Kabupaten Berau yang mencapai Rp6 triliun. Angka tersebut bahkan belum mencapai 10 persen dari total pendapatan daerah.
Menurutnya, potensi PAD Berau cukup besar, mulai dari retribusi jasa, pengelolaan aset, hingga sektor pariwisata dan perikanan yang bernilai ekonomi tinggi. Namun, lemahnya pengelolaan dan kurangnya inovasi membuat kontribusinya belum maksimal. “Masih banyak sumber PAD yang belum tergarap secara optimal,” tegasnya.
Ia mengingatkan, ketergantungan besar pada dana transfer pusat dan hasil sumber daya alam seperti batu bara atau kayu bisa menjadi risiko serius bagi stabilitas fiskal daerah. Karena itu, pemerintah perlu segera menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pendapatan daerah yang berkelanjutan.
Grace juga mendorong adanya pembenahan sistem pemungutan pajak dan retribusi, pengawasan terhadap kebocoran pendapatan, serta peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar bisa memberi kontribusi nyata.
Penegasan legislatif ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi Pemkab Berau agar tidak sekadar bergantung pada sektor ekstraktif, tetapi mulai mengembangkan potensi lokal yang bisa menjadi sumber PAD jangka panjang dan berkelanjutan. (Adv)