Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

TANJUNG REDEB – Upaya memperkuat ketahanan pangan tahun depan mendapat perhatian serius dari DPRD Berau. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, mendorong Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) untuk meningkatkan dan memassifkan pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani.
Sri menilai bahwa peningkatan produksi pertanian tidak dapat dilakukan tanpa dukungan sarana yang memadai. Dengan alsintan yang lebih lengkap dan modern, petani bisa bekerja lebih efisien, menekan biaya operasional, serta meningkatkan produktivitas.
“Bantuannya harus lebih masif,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan alat pertanian merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas petani. Terlebih, Berau memiliki sejumlah wilayah pertanian yang terus berkembang dan membutuhkan percepatan dalam aspek teknologi budidaya.
“Produksi tahun depan harus meningkat,” sambungnya.
Sri menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi agenda besar pemerintah yang perlu didorong melalui kerja kolaboratif antara OPD teknis dan kelompok tani. Karena itu, ia berharap DTPHP dapat menyesuaikan program bantuan berdasarkan kondisi dan kebutuhan lapangan, termasuk alat untuk pengolahan lahan, pascapanen, hingga distribusi.
Ia juga mendorong agar proses pembinaan petani terus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya sebatas penyerahan alat. Pendampingan teknis dinilai penting agar alsintan benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan tidak sekadar menjadi aset yang jarang digunakan.
“Pendampingan itu kunci pemanfaatan,” tandasnya.
DPRD Berau berharap program bantuan alsintan tahun 2025 dapat dirancang lebih komprehensif dan tepat sasaran. Dengan dukungan sarana yang lebih kuat, sektor pertanian di Berau diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan berkontribusi besar pada stabilitas pangan daerah. (Adv)