Sakirman : 400 Hektare Lahan Persawahan Baru di Tabalar Bergantung Pada Kesiapan dan Kualitas Jaringan Irigasi.

BERAU – Pembangunan di wilayah pesisir dan pedalaman Kabupaten Berau terus menjadi perhatian serius jajaran legislatif.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tabalar harus menjadi skala prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam penyusunan rencana anggaran mendatang.

Penegasan tersebut disampaikannya usai mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan belum lama ini. Dalam penyampaiannya, Sakirman menyerap langsung berbagai aspirasi kepala kampung yang sebagian besar masih didominasi kebutuhan fasilitas dasar.

“Mayoritas usulan masih seputar peningkatan jalan kampung, penyediaan air bersih, dan perbaikan drainase. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat memang harus menjadi fokus utama pemerintah,” ujarnya.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, usulan yang disampaikan masyarakat Tabalar bersifat realistis dan mendesak untuk segera direalisasikan. Infrastruktur dasar, kata dia, merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi warga, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman yang aksesnya masih terbatas.

“Usulan mengenai peningkatan jalan kampung, penyediaan air bersih, hingga perbaikan sistem drainase adalah kebutuhan wajib yang harus masuk prioritas. Program yang sudah berjalan juga perlu dilanjutkan agar manfaatnya berkesinambungan dan tidak terputus di tengah jalan,” tegasnya.

Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Sambaliung, Tabalar, dan Kelay, Sakirman juga menaruh perhatian besar terhadap potensi sektor pertanian di Tabalar. Ia menilai wilayah tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan daerah.

Saat ini, lanjutnya, terdapat kurang lebih 400 hektare lahan persawahan baru yang telah terbuka di Tabalar. Namun, optimalisasi lahan tersebut sangat bergantung pada kesiapan dan kualitas jaringan irigasi.

“Tabalar punya potensi luar biasa. Jika sistem irigasinya dimaksimalkan, bukan tidak mungkin Tabalar akan menjadi lumbung padi masa depan bagi Berau. Ini harus disiapkan dari sekarang, termasuk dukungan infrastruktur penunjang lainnya,” jelasnya.

Ia mendorong Pemkab Berau melalui dinas teknis terkait untuk segera melakukan pemetaan kebutuhan irigasi, termasuk normalisasi saluran dan pembangunan jaringan baru agar ratusan hektare sawah tersebut dapat produktif secara maksimal.

Meski demikian, Sakirman juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Berau atas komitmen pembangunan yang dinilai cukup masif di sejumlah wilayah pedesaan. Ia mencontohkan pembangunan di Kecamatan Biatan dan sejumlah kampung lainnya yang dinilai telah membawa dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara Pemkab Berau dan pemerintah kampung menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang tepat sasaran. Program-program yang terintegrasi dari pusat hingga daerah juga dinilai mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan.

“Masyarakat sangat antusias dan merasa diperhatikan. Pembangunan yang berjalan saat ini terbukti mampu mendorong kesejahteraan warga sekaligus menyukseskan program strategis dari tingkat pusat hingga daerah,” pungkasnya. (adv)