Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

TANJUNG REDEB – DPRD Kabupaten Berau terus berupaya mencari solusi terhadap pendangkalan di Sungai Segah dan Kelay yang menghambat aktivitas hingga diduga jadi salah satu penyebab banjir.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Pemerintah Provinsi. “Kami sudah coba ke BWS memohon pengerukan di Berau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengerukan sungai menghadapi tantangan besar karena sedimentasi cepat kembali menumpuk setelah dikeruk. Kondisi itu membuat pelaksana di daerah ragu melaksanakan kegiatan akibat keterbatasan aturan dan jaminan teknis.
Menurut Subroto, penanganan sungai membutuhkan pendekatan jangka panjang dan dukungan teknologi. Pemerintah daerah diminta terus mendorong kolaborasi lintas instansi agar kegiatan pengerukan bisa direalisasikan secara bertahap.
Ia berharap, jika alur sungai dapat diperdalam kembali, jalur pelayaran akan terbuka dan risiko banjir menurun.
“Sungai itu vital bagi masyarakat dan transportasi,” lanjutnya.
DPRD akan tetap memantau agar persoalan ini agar mendapat perhatian dari pusat. Sebab, permasalahan pendangkalan sungai sendiri menjadi isu yang harus mendapatkan penanganan secara tepat kedepannya. (Adv)