Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

TANJUNG REDEB – Upaya memperkuat perekonomian berbasis kampung kembali menjadi perhatian DPRD Berau. Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, menilai pemberdayaan masyarakat kampung perlu diperkuat melalui pemanfaatan program pusat, terutama koperasi merah putih, agar mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga. Menurutnya, potensi ekonomi kampung perlu didorong lebih serius agar roda ekonomi lokal dapat bergerak stabil.
Ia menilai koperasi merah putih merupakan peluang strategis bila dikelola dengan tepat. Koperasi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha bersama, memperkuat akses permodalan, dan mempermudah distribusi produk kampung. Namun ia mengingatkan agar pengembangan koperasi tidak berdiri sendiri, melainkan tetap bersinergi dengan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
“Kita ingin berkolaborasi, sehingga manfaatnya bisa lebih besar di masyarajat,” ujarnya.
Dirinya juga menegaskan perlunya kolaborasi antara koperasi merah putih dan BUMK. Menurutnya, kedua kelembagaan ekonomi ini dapat berjalan bersama asalkan pemerintah daerah mampu mengatur pembagian peran yang jelas. Dengan demikian, potensi ekonomi kampung tidak tergerus oleh tumpang tindih program.
Nurung menilai pemerintah daerah harus hadir sebagai fasilitator untuk memaksimalkan ekosistem ekonomi kampung. Pendampingan, pelatihan manajemen, dan penguatan jaringan pemasaran dinilai sangat penting agar unit usaha kampung mampu bersaing dan berkembang. Selain itu, ia mendorong agar pemerintah memetakan potensi unggulan tiap kampung sehingga pembinaan ekonomi menjadi lebih terarah.
“Pembinaan kepada pemerintah kampung juga perlu, sehingga potensinya bisa tergali optimal,” paparnya.
Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat kampung tidak hanya menyasar peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi jangka panjang. Program-program pusat, termasuk koperasi merah putih, seharusnya menjadi penggerak awal agar masyarakat dapat menciptakan perputaran ekonomi secara mandiri.
Dengan pengelolaan yang tepat, ia optimistis perekonomian berbasis kampung dapat tumbuh lebih kuat dan memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan warga. (adv)