Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

TANJUNG REDEB – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kembali menjadi sorotan DPRD Berau. Dewan menilai penguatan program hibah dan beasiswa pendidikan perlu dilakukan secara lebih luas, bukan hanya untuk mahasiswa sarjana, tetapi juga sampai jenjang pendidikan spesialis, termasuk dokter. Dorongan ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan SDM strategis yang masih minim di daerah.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyebutkan bahwa anggaran untuk mendukung pengembangan pendidikan dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) mencapai sekitar Rp 7,2 miliar. Ia berharap anggaran tersebut dapat terserap optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Kalau ditotal ada anggaran sekira 7,2 M untuk dimasukkan ke ABT perubahan tahun ini,” terangnya.
Elita menilai pemerintah daerah perlu menyusun pola kerja yang lebih sinergis agar program beasiswa tidak tumpang tindih dengan program pusat dan provinsi. Saat ini sejumlah skema bantuan pendidikan sudah berjalan, mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP) hingga Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Khusus Gratispol, ia menegaskan bahwa program tersebut bukan beasiswa, melainkan pendidikan gratis untuk siswa SMA hingga mahasiswa S3, sehingga dapat mengurangi beban anggaran beasiswa daerah.
Kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis, juga menjadi alasan dewan mendorong agar Beasiswa Berau Cerdas diperluas hingga jenjang pendidikan spesialis. Menurutnya, langkah ini akan memberikan dampak langsung terhadap pelayanan kesehatan di daerah. “Kami harap juga ada beasiswa spesialis seperti sampai jenjang dokter,” ujarnya.
Selain itu, DPRD menilai sosialisasi Beasiswa Berau Cerdas masih belum masif. Banyak warga mengaku kesulitan mendapatkan informasi detail mengenai persyaratan maupun mekanisme pendaftaran. Karena itu, Elita meminta agar Pemkab Berau memperkuat penyebaran informasi melalui berbagai saluran, baik luring maupun daring, agar akses masyarakat terhadap program ini semakin merata.
“Sosialisasi harus digencarkan,” pungkasnya. (Adv)