Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital bagi perempuan dan ibu sebagai garda terdepan dalam membimbing generasi muda menghadapi era modernisasi yang semakin masif. Ia menilai kemampuan digital yang cakap menjadi kebutuhan dasar untuk melindungi anak-anak dari risiko penyalahgunaan teknologi serta memastikan mereka mampu memanfaatkan ruang digital secara positif.
Menurut Elita, perkembangan teknologi yang cepat memunculkan peluang sekaligus tantangan. Keluarga, khususnya peran ibu, menjadi filter pertama dalam proses pengasuhan. Karena itu, ia menekankan perlunya kolaborasi lintas-organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperluas diseminasi terkait kecakapan digital. Upaya ini penting agar perempuan tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga pendidik yang mampu mengenalkan etika, keamanan, dan pemahaman dasar teknologi kepada anak.
Ia meminta OPD teknis seperti Diskominfo dan DPPKBP3A, termasuk instansi lain yang bergerak pada isu perempuan dan anak, agar memperbanyak program penyuluhan dan pelatihan yang mudah dijangkau masyarakat. “Kami mendorong OPD memperkuat diseminasi literasi digital agar ibu mampu membimbing generasi muda,” terangnya,
Elita menilai peningkatan kecakapan digital harus dimulai dari perempuan dan ibu karena mereka berperan besar dalam pengasuhan sehari-hari. Dengan pemahaman yang baik, keluarga dapat mengantisipasi dampak negatif digitalisasi seperti paparan konten tidak ramah anak, penyebaran informasi palsu, hingga potensi kejahatan siber.
Ia berharap langkah ini menjadi gerakan berkelanjutan, bukan kegiatan seremonial semata. Kolaborasi antarinstansi, ditambah dukungan masyarakat, dinilai mampu memperkuat ketahanan keluarga dan menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi arus modernisasi tanpa kehilangan nilai dan kontrol diri. (Adv)