Berita, Nasional, Sosial Politik

Warga Padang Sidimpuan Melakukan Aksi Menutup Kafe Remang-Remang

KBN – Padang Sidempuan – Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan, ratusan warga Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, melakukan penyisiran terhadap kafe remang-remang yang diduga kerap menjadi tempat maksiat pada Jumat (11/5/2018).

Tindakan ini ditempuh karena mereka mendapati bahwa tempat-tempat tersebut tidak juga jera meski sudah beberapa kali dirazia oleh pihak berwajib. “Aksi ini merupakan aksi spontanitas karena masyarakat kesal. Meski sudah berulang kali dirazia petugas tapi lokasi yang kerap dijadikan muda-mudi sebagai tempat maksiat tersebut kerap beroperasi.”, jelas Kepala Desa Pudun Jae, Fajar Harahap.

Fajar berharap pemilik dan pengelola kafe yang diduga menjadi lokasi maksiat bisa berhenti beroperasi setelah aksi ini. “Saya berharap dengan adanya aksi damai ini dan menyambut bulan suci Ramadhan dapat memberi perubahan ke arah yang lebih baik. Karena, masyarakat Pudun Jae merupakan masyarakat yang religius dan tidak suka berbuat maksiat.”, tegasnya.

Dalam penyisiran ini warga menyusuri kafe remang-remang yang berada di Jl. AH Nasution sepanjang sekitar satu kilometer. Merekapun tak henti menyerukan penutupan kafe-kafe di sana. Dalam aksi ini warga juga membawa sejumlah poster dan spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap tindakan maksiat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Aksi masyarakat tersebut mendapat pengawalan dari personel Polres Padangsidimpuan dan Satpol PP Kota Padangsidimpuan. Massa yang kesal sempat merusak beberapa pondok yang diduga menjadi tempat maksiat. Beruntung, aksi massa dapat diredam petugas. Petugas berjanji akan menertibkan lokasi yang diduga sebagai tempat maksiat.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com