Berita, Internasional, Nasional, Sosial Politik

Utusan Presiden RI: Harus Ada Boikot Terhadap Klaim Amerika Dan Israel Terhadap Yerusalem

KBN – Jakarta – Utusan Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin menegaskan agar negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) harus menjadi motor perlawanan terhadap kesewenangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Ia pun mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) agar memberikan sanksi kepada Israel dan Amerika Serikat.

Ia menegaskan harus ada kesepakatan pemboikotan global dari negara-negara anggota OKI terhadap keputusan Presiden Trump tersebut. Bentuk pemboikotan yakni kesepakatan untuk tidak membuka kantor kedutaan besar di Yerusalem. “Harus ada gerakan internasional yang bersifat pemboikotan global, jangan sampai ada negara-negara OKI yang membuka kedutaan di Yerusalem, saya kira Inggris, Prancis juga menyuarakan yang sama.”, tegas Din ketika ditemui di Istana Wakil Presiden, Rabu (13/12/2017).

Din meyakini jika pemboikotan internasional ini dilakukan maka klaim sepihak atas Yerusalem sebagai Ibu kota Israel akan menjadi tidak ada artinya. Din mengatakan, klaim sepihak Amerika Serikat menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Dalam resolusi tersebut, Yerusalem dijadikan sebagai status quo. Oleh karena itu, PBB semestinya dapat memberikan sanksi. “Dengan dukungan masyarakat internasional dan negara-negara di dunia saya kira ini momentum yang bagus sekali.”, jelas Din.

Diketahui sebelumnya bahwa Presiden Amerika Serikat lagi-lagi membuat kebijakan yang tidak etis dengan mengklaim secara sepihak dan menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel. Tindakan ini menuai kecaman keras dan masif dari dalam negeri maupun dunia internasional.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com