Berita, Nasional, Pendidikan

Universitas Nasional Menyelanggarakan Workshop Ketahanan Nasional Untuk Siswa SMU Dan Mahasiswa

KBN – Jakarta – Pusat Studi Ketahanan Nasional (Pustanas) Universitas Nasional menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa workshop bertema “Peran Generasi Muda Sebagai Pilar Ketahanan Nasional” pada Selasa (15/8/2017). Acara yang dibuka oleh Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional, Iskandarsyah Siregar, ini berlangsung sejak pagi hingga siang.

Acara tersebut menghadirkan dua orang narasumber yaitu mantan Kepala Staf Angkatan Laut TNI Laksamana (Purn) Slamet Subijanto dan motivator peraih rekor MURI Dr. Ir. Abdul Basith, Msi.

Pada kesempatan itu Laksamana Slamet Subijanto mengingatkan pentingnya mengetahui dan memahami sejarah dan geografi Indonesia, karena hal tersebutlah yang menjadi materi referensi utama dalam membangun dan mengelola sistem ketahanan nasional. “Anda tahu dimana blok Masela? Jika tidak, wajar kalau kekayaan alam dan wilayah kekuasaan kita terus direbut oleh pihak asing.”, ujar Laksamana menegaskan. Laksamana Slamet juga menyatakan adanya kejanggalan dan kekeliruan menempatkan Pancasila sebagai pilar kebangsaan. Ia menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar negara, bukan pilar. Karena pilar bisa saja diganti. Tetapi dasar akan selalu melekat pada konstruksi yang terbangun setelahnya.

Sedang Dr. Abdul Basith mendorong generasi muda Indonesia untuk mulai keluar dari kebiasaan dan habitat yang tidak produktif. Ia mengatakan bahwa anak muda harus kritis terhadap keadaan. Jangan terbiasa menikmati keterpurukan dan kesesatan. Pertanyakan apakah ada yang salah dalam pengelolaan negara ini dan kemudian mulailah menjadi solusi dengan cara membangun diri serta bersiap menjadi pemain utama suatu saat nanti.

Di awal, Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional menyatakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dengan referensi Pancasila. Begitupun kewajiban negara adalah membangun generasi muda yang taat kepada perintah Tuhannya, manusiawi secara adil & beradab, menjunjung persatuan & kesatuan, membiasakan musyawarah untuk mufakat, dan berjiwa sosial juga adil terhadap sesama rakyat Indonesia.

Berdasarkan laporan dari ketua panitia acara Johar Mukarrom, acara tersebut dihadiri oleh 367 orang peserta dari 23 sekolah setingkat SMU dan 11 Perguruan tinggi se-Jabodetabek.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com