Berita, Hukum Hankam, Nasional

Terkait Insiden Pembakaran Bendera Tauhid, Ketum GP Ansor Dilaporkan Ke Polisi

KBN – Terkait dengan insiden pembakaran bendera Tauhid oleh oknum Banser, Lembaga Bantuan Hukum Street Lawyer melaporkan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan oknum anggota Banser Nahdlatul Ulama Garut yang diduga menjadi pelaku pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid ke Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (23/10/2018). Yaqut dinilai harus ikut bertanggungjawab atas perilaku anak buahnya di Banser.

Laporan ini dilakukan oleh Juanda Eltari sebagai anggota LBH Street Lawyer. Juanda melaporkan Yaqut dan oknum Banser itu ke Bareskrim dalam laporan yang terdaftar dengan nomor LP/B/1355/X/2018/Bareskrim tertanggal 23 Oktober 2018. “Kami baru saja buat laporan terkait pembakaran bendera di Garut pada saat perayaan Hari Santri Nasional.”, kata Juanda di Gedung Bareskrim.

Juanda menganggap Yaqut sebagai Ketua Umum GP Ansor perlu turut dilaporkan karena Yaqut harus bertanggung jawab atas perilaku para anggota Banser. “Dia sebagai Ketua GP Ansor harus bertanggung jawab terhadap Banser sebagai bawahannya.”, ucapnya.

Ia juga menjelaskna bahwa  bendera yang dibakar bukan bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). “Itu tidak ada tulisan HTI. Kalimat tauhid bukan milik HTI, kalimat tauhid milik umat Islam.”, jelas Juanda.

Di laporan tersebut, para terlapor dituding telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap ketertiban umum, konflik suku, agama, ras dan antar golongan yang melanggar UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP, Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 59 Ayat 3 Jo Pasal 82a UU Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) UU ITE.

Dalam pelaporan tersebut, pihaknya juga menyertakan sejumlah tangkapan layar berita dan video pembakaran bendera. Sebelumnya beredar video berdurasi 02.05 menit di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat ada seseorang berbaju Barisan Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU) yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Diketahui bahwa sejauh ini Polres Garut telah meminta keterangan tiga orang saksi dalam kasus pembakaran bendera itu. Tiga saksi tersebut terdiri atas seorang panitia acara dan dua orang diduga pelaku pembakaran bendera. Sementara polisi masih mengejar orang yang diduga membawa bendera ke perayaan Hari Santri Nasional yang digelar di Alun-alun Limbangan, Garut tersebut.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com