Berita, Ekonomi, Nasional, Pendidikan, Sosial Politik

Terkait Boikot Starbucks, DPR: Menguntungkan Bisnis Kopi Indonesia

KBN – Jakarta – Respon positif terkait seruan boikot Starbuck terus berkembang. Kali ini wakil ketua DPR Fadli Zon yang angkat bicara. Ia menilai boikot itu akan menguntungkan bisnis kopi lokal. “Starbucks kalau tidak salah bukan bisnis Indonesia, punya asing. Jadi kalau pemboikotan ini menguntungkan bisnis kopi Indonesia, tentu bagus.”, jelas Fadli dalam siaran persnya Selasa (4/7/2017).

Fadli berpandangan bahwa sikap MUI yang mengimbau warga Indonesia untuk memboikot semua produk perusahaan kopi asing Starbucks sudah tepat dan sama sekali tidak melanggar aturan. Apalagi CEO Starbuck terang-terangan mendukung gerakan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). “Saya kira sah-sah saja untuk memboikot itu.”, tegasnya.

Diketahui bahwa CEO Starbucks Howard Mark Schultz, yang mendukung kampanye LGBT mendapat reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Komisi Ekonomi MUI, Azrul Tanjung, pun mengecam dukungan Mark Schultz tersebut. Azrul berpandangan bahwa dukungan yang dinyatakan Howard Mark Schultz berdampak buruk pada roda bisnis Starbucks di negara-negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia.

Muhammadiyah melalui Ketua bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas juga menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mencabut izin Starbucks di Indonesia. Karena ideologi bisnis dan pandangan hidup yang Schultz kampanyekan jelas-jelas tidak sesuai dan tidak sejalan dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila.

Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mempertimbangkan langkah- langkah pemboikotan terhadap produk-produk Strabucks. Karena jika sikap dan pandangan hidup mereka tidak berubah, maka yang dipertaruhkan adalah jati diri bangsa sendiri. Ia mengimbau masyarakat dan pemerintah dengan tegas melakukan langkah dan tindakan, demi menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com