Berita, Internasional, Sosial Politik

Putin: Pasukan Akan Tetap Di Suriah Demi Keuntungan Rusia

KBN – Moskow – Terkait dengan keberadaan pasukannya di Suriah, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Rusia tidak memiliki rencana untuk menarik militernya keluar dari Suriah. “Pasukan akan tinggal di sana selama itu untuk keuntungan Rusia, dan untuk memenuhi tanggung jawab internasional kami.”, tegas Putin dalam acara televisi tahunannya pada Kamis (7/7/2018).

Putin menganggap perang Suriah adalah sebuah pengalaman unik bagi Rusia. Ia mengatakan bahwa penggunaan pasukan bersenjata digunakan untuk meningkatkan kemampuan tentara. “Tidak ada latihan militer yang bisa dibandingkan dengan penggunaan kekuatan dalam kondisi pertempuran.”, kata Putin.

Ia menggambarkan ribuan militan meninggalkan Rusia dan negara-negara Asia Tengah dan berkumpul di tanah Suriah. Menurutnya hal itu  lebih baik karena berurusan langsung dengan mereka di medan perang. “Lebih baik untuk berurusan dengan mereka di sana, melikuidasi mereka di sana, daripada membiarkan mereka datang. kembali ke sini dengan senjata di tangan.”, jelas tokoh legendaris intelijen ini.

Putin juga berkomentar terkait kemungkinan Perang Dunia Ketiga. Ia mengatakan untuk mengantasipasi hancurnya peradaban maka semua pihak harus cukup menahan diri. Meskipun ia menuduh Amerika Serikat melakukan langkah provokatif. “Menahan masing-masing negara dari arena internasional, mencegah kekuatan militer dari membuat gerakan tergesa-gesa, dan memaksa masing-masing pihak untuk saling menghormati satu sama lain.”, jelasnya.

Menurutnya penarikan AS dari perjanjian rudal anti-balistik adalah upaya untuk mengakhiri kesamaan strategis. “Tetapi kami akan menanggapi ini.”, tegas Putin.

Diketahui bahwa Kremlin pertama kali meluncurkan serangan udara di Suriah pada September 2015 dalam intervensi terbesar Timur Tengah dalam beberapa dekade. Ini mengubah gelombang konflik dalam mendukung Presiden Rusia Bashar al-Assad.

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mikdad mengatakan kepada kantor berita Sputnik Rusia, rencana itu bahkan tidak ada dalam agenda karena menyangkut kedaulatan Suriah.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah mengeluarkan daftar tuntutan bagi kesepakatan nuklir baru dengan Iran. Salah satu tuntutannya adalah penarikan pasukan Iran dari Suriah, karena Teheran telah memberikan dukungan penting kepada pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad.

Mikdad menegaskan, Suriah sangat menghargai dukungan militer dari Rusia serta dukungan dari Iran dan Hizbullah. Menurutnya, Suriah tidak bisa membiarkan siapa pun mengangkat isu penarikan pasukan Iran.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com