Berita, Internasional, Sosial Politik

Presiden Turki Tidak Akan Menerima Dan Mengakui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

KBN – Istanbul – Dikabarkan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) akan mengadakan pertemuan di Turki pada 13 Desember mendatang terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Amerika Serikat (AS). Terkait dengan hal tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan keputusan OKI mengadakan pertemuan menunjukkan pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan suatu kekeliruan besar dan akan tercatat sebagai sebuah kebodohan dalam sejarah. “Kami menjelaskan kepada semua kawan bicara kami bahwa keputusan AS tidak sesuai dengan hukum internasional, diplomasi atau kemanusiaan.”, tegas Erdogan di Pusat Provinsi Sivs, Turki, Ahad (10/12/2017) seperti dikutip Reuters.

Erdogan juga menganggap pengumuman Presiden AS Donald Trump terhadap status Yerusalem tersebut tidak sah dan tidak perlu diakui. Sementara itu, Liga Arab mengeluarkan sebuah pernyataan setelah diadakan pertemuan darurat di Kairo, Mesir, Sabtu (9/12/2017) lalu.

Liga Arab menyebutkan pengakuan AS terhadap Yerusalem tersebut adalah pelanggaran internasional. Liga Arab akan mencaari resolusi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk menolak langkah AS. Liga Arab yang beranggotakan negara-negara rumpun Arab itu kini memiliki 22 negara anggota aktif. Pengumuman Trump tersebut juga mengecewakan sekutu AS di Barat. Di PBB, Prancis, Italia, Jerman, Inggris, dan Swedia meminta AS untuk mengajukan proposal lengkap mengenai penyelesaian Israel-Palestina.

Begitu pula warga Palestina turun ke jalan setelah pengumuman mengejutkan itu dilakukan. Aksi demonstrasi juga terjadi di Iran, Yordania, Lebanon, Tunisia, Somalia, Yaman, Malaysia, Jerman, dan Indonesia.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com