Featured, Nasional, Sosial Politik

Pancasila Berdaulat Bangsa Selamat

KBN – Oleh: Slamet Subijanto (MKPN)

Apakah sebenarnya PANCASILA itu? 

Pancasila merupakan konstruksi dari nilai-nilai kebenaran Bangsa Indonesia, yaitu :

  1. Sila 1 merupakan representasi dari nilai-nilai kebenaran atas dasar kebenaran agama-agama yang ada di Indonesia;
  2. Sila 2 merupakan representasi dari nilai-nilai kebenaran atas dasar kebenaran ilmu;
  3. Sila 3 merupakan representasi dari nilai-nilai kebenaran atas dasar rasa persatuan-kesatuan/kebangsaan;
  4. Sila 4 merupakan representasi dari nilai-nilai kebenaran atas dasar etika dan budaya bangsa;
  5. Sila 5 merupakan representasi dari nilai-nilai kebenaran atas dasar kebenaran profesi.

Atas dasar nilai-nilai kebenaran itu, maka bangsa-bangsa yang mendiami wilayah Nusantara menyatukan diri menjadi satu bangsa, yaitu Bangsa Indonesia. Yang kemudian melalui para pemimpinnya yaitu para Raja/Sultan bermusyawarah mufakat meleburkan wilayah Kerajaan/Kesultanan menjadi satu wilayah besar Nusantara, rumah keluarga besar bangsa Indonesia.

Dengan demikian Indonesia adalah negara yang terbentuk bangsanya terlebih dahulu baru negaranya, dibangun diatas landasan nilai-nilai kebenaran bangsa-bangsa Nusantara sendiri sebagai Negara Kesatuan Kebangsaan yang berbentuk Republik, negara kekeluargaan atas dasar kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa, negara yg menjadi rumah besar bangsa Indonesia.

Apakah benar Pancasila merupakan lintasan sejarah perjuangan bangsa Indonesia?

Jangan sekali-kali meninggalkan Sejarah“, inilah pesan Presiden Soekarno kepada bangsa ini. Dan menjadi suatu kebenaran bahwa Pancalia merupakan lintasan perjuangan Bangsa Indonesia. Hal ini dapat dicermati dari proses perjuangan untuk membebaskan penindasan rakyat Nusantara dari penjajah Belanda. Bertitik tolak pada nilai-nilai kebenaran bangsa, perjuangan secara fisik (hard power) dan non fisik (soft power) dilakukan oleh para leluhur bangsa dan atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, perjuangan tertata mulai dari tokoh agama, cerdik cendikia, kelompok perlawanan, raja/sultan, dan rakyat secara umum. Gambarannya sebagai berikut:

  1. Perang Diponegoro, perang Padri, perang Maluku dan perang-perang lain adalah bentuk perlawanan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh agama;
  2. Tahun 1908 kebangkitan bangsa dimotori oleh para ilmuwan yang bangkit melakukan perlawanan dengan mencoba memandaikan anak bangsanya dulu;
  3. Perlawanan rakyat yang bersatu padu bergotong royong membentuk kelompok-kelompok perlawanan terhadap kolonial Belanda yang ingin menjajah kembali. Kelompok-kelompok perlawanan rakyat ini yang menjadi cikal bakal TNI. Sehingga adagium TNI dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat adalah suatu kebenaran. Dan ini menegaskan bahwa TNI adalah tentaranya Rakyat;
  4. Para Raja/Sultan sebagai pewaris, pemelihara dan penjaga etika dan budaya bangsa dengan kemampuan yang dimiliki, memberikan dukungan logistik untuk keberlanjutan perjuangan;
  5. Rakyat dengan keberagaman profesi yang dimiliki memberikan dukungan dengan caranya sendiri kepada para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan.

Bagaimana pelaksanaannya dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara?

Atas dasar nilai-nilai kebenaran Pancasila, maka para pendiri bangsa menyusun tujuan bernegara yang dituangkan dalam pembukaan UUD 1945, aliena 4, yaitu:

  1. Membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yg melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
  2. Memajukan kesejahteraan umum;
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa;
  4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Atas dasar tujuan berbangsa Pancasila, dirumuskanlah tujuan bernegara dan selanjutnya dijabarkan ke dalam pasal-pasal pada UUD’45 sebagai pertunjuk pelaksanaan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, dalam tiap rumusan pasal-pasaltersebut terkandung jiwa kekeluargaan.

Apa saja yg harus dilakukan bangsa Indonesia dlm mewujudkan tujuan bernegara?

Rumusan tujuan bernegara yang pertama adalah rumusan yang mengandung isyarat langkah awal yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia karena keberhasilan mewujudkan langkah awal sangat berpengaruh terhadap keberhasilan mewujudkan tujuan bernegara selanjutnya. Kata-kata dalam rumusan tujuan bernegara yang pertama adalah “..negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.”.

Melindungi” adalah kata kunci. Mengandung perintah yg harus dilaksanakan oleh bangsa. Perintah yang menggambarkan pentingnya untuk menjaga keselamatan, keamanan dari segala macam ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) utamanya yang datang dari luar. Andaikan Indonesia sebagai sebidang tanah yang terletak di kawasan yang sangat strategis dan bernilai tinggi, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah memasang pagar yang kokoh dan kuat yang mampu mencegah, mengamankan, dan meniadakan AGHT yang akan menggangu keberadaan kita di tanah tersebut.

Dalam berbangsa dan bernegara pagar tersebut adalah TENTARA yang secara fisik bertanggung jawab untuk melidungi, mencegah, mengamankan dan meniadakan AGHT terhadap bangsa dan NKRI, agar suasana kebathinan bangsa akan keamanan, kedamaian, ketentraman terwujud. Dan isyarat ini ditangkap dan diwujudkan oleh Presiden Soekarno dengan membangun kekuatan militer terkuat di Asia Tenggara, dan saat itu Indonesia disegani dan ditakuti kawan dan lawan.

Kenapa dalam Sapta Marga TNI yang pertama ditekankan bahwa TNI adalah warga negara yang bersendikan PANCASILA?

Bersendikan Pancasila memberikan penekanan bahwa TNI adalah warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran bangsa Indonesia. Nilai-nilai kebenaran atas dasar kebenaran agama-agama yang ada di Nusantara, nilai-nilai kebenaran atas dasar kebenaran ilmu, nilai-nilai kebenaran atas dasar kebenaran rasa persatuan/kesatuan (kebangsaan), nilai-nilai kebenaran atas dasar kebenaran Etika-Budaya bangsa Indonesia, dan nilai-nilai kebenaran atas dasar kebenaran profesi.

Marga pertama dari Sapta Marga, TNI telah mematok dirinya sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran bangsa Indonesia dan setiap gerak langkah TNI adalah gerak langkah menjunjung tinggi dan menegakkan nilai2 kebenaran bangsa Indonesia.

Berdasarkan nilai-nilai kebenaran tersebut, maka bersumpahlah setiap prajurit TNI atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa : “Demi Allaah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada NKRI yang berdasarkan PANCASILA dan UUD 1945.”. Suatu sumpah yang sangat beratS sumpah atas nama Tuhan Yang Maha Esa akan setia kepada NKRI yang pemerintahannya diselenggarakan berdasarkan pada nilai-nilai kebenaran bangsa Indonesia dengan langkah operasionalnya UUD 1945.

Sumpah Prajurit menempatkan masing-masing pribadi prajurit untuk bertanggung jawab atas amanah yg diembannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian sebenarnya, menjaga, menegakkan dan memelihara nilai-nilai kebenaran Bangsa yaitu Pancasila adalah Jihad TNI.

Bagaimana sikap TNI dihadapkan dengan situasi dan kondisi NKRI saat ini? Sikap TNI harus berpegang teguh pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. TNI adalah Tentaranya Rakyat. TNI dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Digaji oleh keringat rakyat. Maka TNI bersama rakyat harus menegakkan kembali nilai-nilai kebenaran bangsa Indonesia. Nilai-nilai kebenaran hakiki bangsa, yaitu Pancasila. Hingga tegak dan berdaulat agar Bangsa Selamat.

“PANCASILA BERDAULAT BANGSA SELAMAT”

Cibubur, 18 Mei 2017
Slamet Soebijanto/Majelis Kebangsaan Pancasila jiwa Nusantara (MKPN)

 

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com