Berita, Internasional, Nasional, Sosial Politik

Natalius Pigai: Apakah Jokowi membawa agenda internasional untuk menghancurkan muslim?

KBN – Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengutuk dan mengecam keras pembantaian minoritas Muslim Rohingya oleh militer berkuasa di Myanmar. Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai juga menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan lamban menyikapi tragedi kemanusiaan tersebut. “Kita tidak mampu melakukan perang diplomatik dengan Myanmar. Seharusnya kita tingkatkan tekanan diplomatik untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan terhadap umat muslim oleh pemerintah Myanmar.”, ujar Pigai.

Pigai juga menegaskan bahwa makna politik luar negeri Indonesia adalah aktif berarti Indonesia harus aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. Sebagai negara ASEAN dan muslim terbesar dunia, Pigai mengatakan, pemerintah Indonesia jangan takut mengambil risiko untuk menekan pemerintah Myanmar. “Sekali lagi pemerintah jangan takut tekan pemerintah Myanmar hanya karena terikat dengan traktat ASEAN yang non intervensi urusan domestik,” imbuh Pigai.

Ia juga mengingatkan agar Joko Widodo harus belajar dari  pengalaman Sukarno. Meskipun Sukarno dan Nehru adalah sahabat karib, bahkan India menyediakan tanah lima hektar untuk kantor kedutaan besar  di Canakyapuri, New Delhi. Namun ketika perang India dan Pakistan 1965, Sukarno mengirimkan kapal perang Angkatan Laut bantu Pakistan karena solidaritas Islam. Bahkan Sukarno memusuhi Nehru yang sahabat karibnya. “Kalau Sukarno saja bisa meninggalkan persahabatan dengan Nehru India, mengapa Jokowi begitu takut terhadap Myanmar? Apakah Jokowi memang membawa agenda internasional untuk menghancurkan umat muslim? Mengapa tidak bisa mengambil sikap tegas dengan memutuskan hubungan diplomatik?”, kata Pigai.

Akhirnya Pigai mengingatkan bahwa semua negara di dunia ini memiliki kewajiban untuk memerangi kejahatan kemanusiaan sebagai tindakan yang tidak disukai umat manusia di dunia (hostis humanis generis). “Oleh karena itu tidak ada yang salah kalau bangsa ini secara aktif berperan menciptakan perdamaian abadi di Myanmar Selatan.”, pungkasnya.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com