Berita, Nasional, Sosial Politik

Menyusul Maraknya Kecelakaan TransJakarta, DPRD Tuntut Dirut TransJakarta Mundur

KBN – Jakarta – Menyusul maraknya kecelakaan lalulintas yang melibatkan Bus TransJakarta dalam beberapa pekan belakangan kecaman dan tuntutan datang dari kalangan dewan di Kebon Sirih.

Wakil Ketua DPRD DKI Abraham ‘Lulung’ Lunggana mendesak Pemprov DKI mengevaluasi dan melakukan pemeriksaan besar-besaran pada manajemen PT TransJakarta. Ia menjelaskan bahwa selaku regulator, PT Transjakarta dinilai lemah dalam melakukan pengawasan dalam pengopresian angkutan massal tersebut.

Lulung pun mempertanyakan kemampuan Direktur Utama PT TransJakarta, Budi Kaliwono dalam mengelola alat transportasi andalan Pemprov DKI itu. “Ganti itu Budi Kaliwono, dia terbukti sudah tidak mampu kok. Buat apa dipertahankan?”, tegas Lulung kepada media di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).

Ia juga meminta Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak ragu dan segera melakukan perbaikian yang fundamental, dengan mencopot orang nomor satu di PT TransJakarta itu. Hal tersebut dianggap penting untuk membenahi pengelolaan TransJakarta sekaligus untuk menyelamatkan nyawa warga Jakarta yang sehari-hari mengandalkan Bus TransJakarta. “Dirut TransJakarta memiliki kewenangan melakukan pengawasan. Setiap pagi mau keluar pool itu harus dicek. PT TransJakarta wajib melarang bus yang tak layak beroperasi, tapi kenapa kecelakaan masih saja terus terjadi?”,  katanya penasaran.

Hal ini disampaikan Haji Lulung, merujuk pada kecelakaan terakhir, Bus TransJakarta Nomor 18199 Koridor 8 Lebak Bulus-Harmoni di kawasan Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Senin (7/5/2018) lalu, yang mengakibatkan seorang warga tak berdosa tewas di tempat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menegaskan bahwa pihaknya akan mengevaluasi PT TransJakarta pasca kecelakaan Bus Transjakarta berturut-turut. “Kita tunggu hasil investigasi nanti diumumkan oleh PT Transjakarta. Kita akan tegas, saya sudah sampaikan sama Direktur Utama PT TransJakarta, Budi Kaliwono kita harus tegas ikut ketentuan, dan kalau memang ini menjadi temuan kita sampaikan kepada mitra dan kita beri sanksi. Kami akan evaluasi.”, tegas Sandi kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018).

Begitupun Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Masdes Aerofi yang menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada manajemen PT Transjakarta. “PT TransJakarta memiliki kewenangan melakukan pengawasan.”, jelasnya saat dihubungi pada Selasa (8/5/2018).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya selaku regulator akan menetapkan sanksi kepada pihak operator PT Mayasari atas kecelakaan yang menimpa Bus Transjakarta. Terlebih kecelakaan menyebabkan korban meninggal dunia. Sanksi tersebut, kata dia, bisa berupa denda sesuai yang tertuang dalam kontrak dengan PT Transjakarta.  Sementara, sanksi yang bakal diterima PT Transjakarta berupa pemotongan subsidi mencapai Rp 9,9 Miliar.

Diketahui sebelumnya bahwa bus TransJakarta koridor 8 menabrak pembatas jalan di daerah Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018) pekan kemarin. Satu orang warga dilaporkan meninggal akibat kecelakaan itu.

Sebelumnya, satu armada Bus moda transportasi massal itu juga mengalami kecelakaan, di Cawang, pada Senin (9/4/2018) akhir bulan lalu. Bus TransJakarta itu terguling di jalanan.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com