Berita, Nasional, Pendidikan, Sosial Politik

Menristekdikti Mewajibkan Mahasiswa Baru Melaporkan Akun Medsosnya

KBN – Madiun – Setiap mahasiswa baru diwajibkan untuk melaporkan atau mencatatkan akun media sosialnya ke perguruan tinggi masing-masing saat mendaftarkan diri. Demikian yang disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Nasir beralasan bahwa upaya itu wajib dilakukan guna menyikapi isu praktik radikalisme yang ada di dalam kampus akhir-akhir ini. “Ada kemungkinan seorang mahasiswa itu terpapar paham radikal bukan dari pembelajaran di kampus, tapi melalui media sosial. Hal itu contohnya seperti yang terjadi di Bandung. Oleh karena itu, mahasiswa baru harus mencatatkan akun medsosnya ke perguruan tinggi masing-masing.”, kata Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke PT INKA (Persero) di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (8/6/2018).

Nasir juga meminta agar setiap pihak mengawasi sistem pembelajaran di dalam kampus. Ia menjelaskan, sistem pembelajaran dalam kampus perlu diawasi, dikomunikasikan, didampingi, dan semua lainnya. Sehingga dengan pengawasan, jika terjadi penyimpangan akan segera terdeteksi. “Ini perlu diawasi. Bagaimana cara melakukan pengawasnnya pertama adalah melalui sistem pembelajaran yang ada di dalam kampus.”, katanya.

Seperti diketahui, Densus 88 menangkap tiga orang yang diduga teroris di kawasan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Sabtu (2/6). Tiga terduga teroris itu berinisial ZM alias Jack, RB dan OS.

Mereka merupakan alumni, namun beda jurusan di Universitas Riau. Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti bom siap dipakai, panah, mesiu, dan senapan angin.

Satu dari tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 dan Polda Riau pada Sabtu (2/6) sudah ditetapkan tersangka yakni, ZM alias Jack. Sedangkan RB dan OS masih diperiksa sebagai saksi.

Adapun Jack disebut terkait dengan Pak Ngah, pelaku teror dari Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditembak mati saat menyerang Polda Riau, 16 Mei lalu. Selain itu, Pak Ngah juga pernah meminta Jack untuk merakit bom sebelum menyerang Polda Riau. Namun, Jack menolak dengan berdalih ada kegiatan lain.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com