Berita, Nasional, Sosial Politik

Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto: Waspada Agenda Ras Cina Raya Melalui Pilkada

KBN – Jakarta – Perlahan tapi pasti warga Cina mulai membanjiri Indonesia. Bahkan banyak diantaranya masuk dengan cara ilegal alias berkategori imigran gelap. Disinyalir banyak dari mereka yang sudah sejak lama tinggal di apartemen-apartemen atau rumah susun di ibukota. Bahkan banyak yang tertangkap sembunyi di pedalaman daerah dan hutan-hutan yang jauh dari pengamatan khalayak ramai. 
Muncul pertanyaan apa yang menjadi agenda orang-orang Cina itu. Tidak banyak yang menyadari bahwa keberadaan mereka disini bukan hanya persoalan ekonomi atau alibi sudah terlalu banyaknya jumlah orang Cina di negara aslinya. Kehadiran mereka di Indonesia juga adalah tentang penguasaan politik dan penghancuran ideologi dan kearifan lokal asli bangsa Indonesia.

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut RI era SBY, Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto mengingatkan bahwa keberadaan orang-orang Cina yang bahkan tidak bisa berbahasa Indonesia dan mengisolir diri dari peradaban adalah dalam rangka mensukseskan agenda Ras Cina Raya. “Dalam konteks Jakarta sebagai center of gravity, Ahok sebagai contoh dapat diasumsikan sebagai bagian dari proyek Ras Cina Raya yang akan didukung unlimited capital oleh pemerintah Cina untuk merebut kursi nomor 1 di Jakarta untuk kemudian memenangkan Pilpres 2019, karena menguasai Jakarta berarti menguasai Indonesia secara politik. Pada intinya Cina ingin agar ras keturunannya menguasai dunia seluas mungkin. Dan menguasai Indonesia berarti menguasai dunia.”, ujar Slamet soebijanto saat dihubungi Kantor Berita Nasional (16/2/2017). 

Pria yang pernah menolak pencapresan lewat jalur partai politik ini juga menambahkan bahwa nafsu memenangkan ahok sebagai kader Cina ditengarai dapat menjadi stimulan kekuasaan dan menular ke daerah-daerah lain di Indonesia melalui kader-kader lain yang juga telah disiapkan. Dengan demikian perlahan suku Cina akan menguasai Indonesia dalam politik dan ekonomi seperti Singapura. 

Proyek-proyek pendukung pun mulai disiapkan demi memenangkan agenda besar Ras Cina Raya. Selain reklamasi dan proyek tol laut yang akan memudahkan terwujud dan berjalannya jalur sutera, Pilkada dinilai sebagai media terbaik untuk dapat memenangkan pertarungan melawan kekuatan dari anak bangsa Indonesia asli. “Pilkada adalah perang uang dan pencitraan. Alatnya adalah partai. Siapa yang kuat bayar akan menang. Dan mereka punya uang tak terbatas. Sementara orang-orang baik di negara ini hanya bisa menonton karena tidak ada modal untuk kampanye apalagi membayar sana-sini. Disini kita harus memilih apakah kita mau main dengan cara mereka yaitu Pilkada atau pakai cara main yang sudah disiapkan orang-orang tua kita yaitu musyawarah lewat majelis. Semoga segera ada penyatuan sikap memutuskan yang terbaik untuk bangsa dan negara yang sudah diujung tanduk ini.”, ujar Slamet soebijanto lirih.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com