Berita, Internasional, Pendidikan Kebudayaan, Sosial Politik

Lagi-Lagi Tindakan Pengecut Dan Berlebihan Dilakukan Tentara Israel Terhadap Anak Palestina

KBN – Yerusalem – Seperti dilansir oleh Aljazirah, Selasa (12/12/2017), sebuah foto menampilkan perilaku pengecut dan berlebihan dari tentara pendudukan Israel terhadap seorang anak laki-laki Palestina, Fawzi Al-Junaidi. Dalam foto tersebut remaja berusia 16 tahun ini ditutupi matanya dan dikelilingi oleh lebih dari 20 tentara pendudukan Israel.

Dalam foto tersebut terlihat al-Junaidi terlihat bingung. Ia mengenakan kemeja abu-abu dan celana jins robek. Puluhan tentara yang mengelilinginya membawa senjata dan memakai perlengkapan pelindung, termasuk helm dan bantalan lutut.

Fawzi al-Junaidi ditangkap pada Kamis di tengah berlangsungnya demonstrasi di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza mengenai keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ia dituduh telah melempari batu kepada sekelompok tentara Israel. Ia menolak tuduhan tersebut. Al-Junaidi juga membantah tuduhan bahwa ia ikut berpartisipasi dalam demonstrasi.

Saksi mata mengklaim bahwa mereka melihat al-Junaidi dikeroyok secara brutal oleh sekelompok tentara Israel. “Dia mengatakan dia takut dan melarikan diri saat tabung gas air mata dilempar. Fawzi mengatakan dia dipukuli dengan sebuah senapan akibatnya ia memar di leher, dada dan punggungnya.”, ujar pengacaranya, Farah Bayadsi.

Bayadsi mengatakan, Fawzi akan menghadapi tuntutan formal di depan pengadilan militer Israel pada Rabu. “Polisi telah meminta perpanjangan atas penangkapan Fawzi selama persidangan awal.”, jelas Bayadsi, yang bekerja di bawah Pertahanan untuk Anak-anak Internasional – Palestina (DCIP).

Ia mengatakan, jaksa menuntut perpanjangan tujuh hari sehingga mereka dapat menyiapkan daftar dakwaan. Namun ia menolaknya. Menurutnya, daftar tuntutan resmi akan diumumkan pada persidangan kedua. Menurut Bayadsi, hakim merasa heran dengan kekuatan berlebihan yang digunakan tentara Israel sehingga al-Junaidi menjadi sasaran. “Dia muncul dengan sandal besar dari penjara, dia telah kehilangan sepatunya. Ia berbicara perlakuan yang ia terima saat dipindahkan ke penjara.”, jelasnya.

Bayadsi mengatakan, Jaksa bahkan tidak mengatakan apakah tentara akan diselidiki karena menggunakan kekuatan yang berlebihan. Sejauh ini seluruh kasus ditangani dengan kelalaian.

Meski nyaris tidak mungkin dalam kelicikan dan kesewenangan Israel, Bayadsi mengatakan tim pembela akan berusaha membebaskan al-Junaidi saat kasusnya terus berlanjut. “Akan lebih mudah untuk berbicara dengan dia [dan] saksi lainnya, dan untuk mengumpulkan lebih banyak bukti.”, katanya.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com