Berita, Nasional, Sosial Politik

Kapustanas: Panglima TNI Harus Jantan, Jangan Ciptakan Beban Sejarah

KBN – Merespon kabar penggantian Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional Universitas Nasional, Iskandarsyah Siregar, mengingatkan agar Panglima TNI Gatot Nurmantyo harus mengupayakan mengakhiri karirnya sebagai Panglima TNI dengan menuntaskan semua yang menjadi tanggung jawabnya. “Panglima Gatot harus berupaya agar pensiun dalam keadaan khusnul khotimah. Apa yang pernah terlontar harus dipertanggungjawabkan dengan ksatria. Tanggung jawab seorang prajurit bukan hanya kepada Presiden. Tapi yang utama adalah kepada rakyat, bangsa dan negara Indonesia.”, ujar Iskandarsyah saat dihubungi media, Selasa (5/12/2017).

Iskandarsyah menjelaskan bahwa salah satu hutang besar Panglima Gatot adalah soal pernyataan beliau pada acara silaturahim Panglima TNI┬ádengan para purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap (22/9/2017). “Panglima TNI harus jantan. Jangan buat beban sejarah. Ungkap saja! Siapa yang dimaksud Panglima akan dibuatnya merintih? Siapa yang dimaksud Panglima organ TNI yang tidak bersih? Apa pula maksud Panglima dengan meminta izin dari seniornya terkait kemungkinan pengambilan langkah di luar kepatutan para seniornya? Juga siapa yang dimaksud oleh Panglima memakai nama Presiden secara ilegal? Belum lagi persoalan senjata yang beredar ilegal. Ini bukan persoalan main-main. Ini menyangkut persoalan ketahanan dan kedaulat negara. Terlebih, Panglima sebut datanya A1. Jika memang Panglima merasa tidak etis untuk membukanya ke publik, cukup yakinkan kami bahwa semua ancaman tersebut sudah dielimir olehnya.”, tegas dosen yang sering dipanggil bang Anggi ini.

Ia menjelaskan bahwa selamanya sejarah akan mencatat pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, yang meski tidak dimaksudkan untuk disampaikan ke publik, tapi kenyataannya bahwa hal tersebut terlempar hingga ke ruang publik. Hal ini berpotensi menjadi fitnah di belakang hari jika tidak ditindaklanjut dengan tepat oleh Panglima Gatot. Terlebih substansi yang disampaikan oleh Panglima Gatot bukanlah persoalan sepele.

Lebih lanjut, Iskandarsyah mengungkap bahwa masyarakat Indonesia sudah kadung percaya dan meletakkan harapan besar pada seorang Gatot Nurmantyo. Ia khawatir akan timbul kekecewaan berujung fitnah jika Panglima Gatot gagal merawat kepercayaan tersebut. “Saya termasuk bagian dari masyarakat yang percaya akan kredibilitas seorang Gatot Nurmantyo. Sikap ┬ádan perlakuan beliau belakangan menunjukan sikap seorang bangsawan sekaligus negarawan yang memang telah lama sosok seperti ini tidak hadir dalam ruang publik di Indonesia. Sosok Gatot Nurmantyo terlanjur menjadi harapan bagi bangsa Indonesia yang belakangan merasa terancam dengan keadaan dan anasir jahat yang mengintervensi kedamaian di negeri ini. Jadi saya berharap Panglima Gatot dapat membuat keputusan terbaik sebagai seorang anak bangsa, termasuk saat ini ketika masih menjadi Panglima TNI. Percayalah, apapun keputusan dan pembelaan yang dilakukan oleh Panglima Gatot, selama itu untuk bangsa dan negara Indonesia, rakyat akan mendukung dan akan berjuang bersamanya. Bersama rakyat TNI kuat.”, pungkas Iskandarsyah menjelaskan.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com