Berita, Nasional, Sosial Politik

Kapustanas: Luar Biasa Lelah Bangsa Ini Menjalani Demokrasi

KBN – Jakarta- Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional, Iskandarsyah Siregar, menyatakan keanehan melihat perilaku para pejabat, politisi, bahkan masyarakat dalam menjalani demokrasi. Ia menganggap demokrasi telah menjadi berhala dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. “Nyata dan gambalang kita saksikan kucuran keringat, darah, dan air mata rakyat dalam pesta pora demokrasi.┬áLuar biasa lelah bangsa ini menjalani demokrasi.Pertanyaannya adalah, is it worth? Apa yang didapatkan rakyat dari semua ini? Atau jangan-jangan rakyat hanya jadi komoditi saja? ┬áCoba kita jawab dengan akal sehat?, ujar Iskandarsyah dalam acara Diskusi Kebangsaan Alumni Diaspora Indonesia, Senin (9/7/2018) di Medan.

Ia juga mengingatkan ongkos demokrasi yang mahal agar bisa dimanfaatkan untuk hal yang lain yang lebih bermanfaat nyata bagi bangsa dan negara.”Berapa ratus triliyun yang habis untuk biaya pesta demokrasi dalam satu periode? Berapa banyak sekolah, rumah sakit, sawah, dan lapangan pekerjaan yang bisa terwujud dengan uang sebanyak itu? Mana yang lebih bermanfaat bagi rakyat, melihat jagoannya menang politik atau menjalani pendidikan, sehat, dan mendapat kehidupan yang layak? Belum lagi dampak sosial dan psikologis dari kegaduhan dan pergesekan dalam berdemokrasi. Cerdas lah dalam berbangsa dan bernegara!, tegas dosen yang pernah mengajar di Cina, Rusia, dan Italia ini.

Pada akhirnya, Iskandarsyah menjelaskan bahwa bangsa ini harus kembali pada teknologi yang kompatibel dan beradab yang pernah lahir dari rahim bangsa ini, bukan ciptaan bangsa asing. “Dalam mengambil keputusan, Pancasila mengamanahkan Musyawarah oleh perwakilan rakyat yang memiliki hikmah dan kebijaksanaan. Semua itu untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukan dengan demokrasi yang dihadiri mereka-mereka yang ambisius dalam mengejar kepentingan dan rela berjibaku dalam persaingan, dengki, hasut, dan fitnah untuk menggapai nafsunya.”, pusngkas pria yang dikenal dengan panggilan bang Anggi ini menutup sesi.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com