Berita, Nasional, Sosial Politik

Kapustanas: Bukan Negara Indonesia Yang Bubar, Tapi Bangsa Indonesia Yang Mereka Coba Punahkan

KBN – Jakarta – Merespon wacana bubarnya Indonesia pada 2030, Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional, Iskandarsyah Siregar, menyatakan bahwa tidak secara logika nyaris tidak mungkin Indonesia akan lenyap dari peta dunia pada 2030. Tapi Iskandarsyah menegaskan bahwa hal yang mungkin terjadi adalah tentang dua hal. “Hipotesanya, Indonesia dibagi-bagi menjadi beberapa bagian dan nilai-nilai yang hidup di tanah air ini yang dihilangkan. Hilangnya nilai-nilai sama saja dengan menghilangkan bangsa itu sendiri.”, jelas Iskandarsyah pada Kantor Berita Nasional, Minggu (25/3/2018) di Jakarta.

Iskandarsyah menjelaskan bahwa upaya¬†pemusnahan bangsa sangat kental terlihat di tanah air Indonesia. Mulai dari dibuat ditidakberdayanya masyarakat asli Indonesia, hingga dihilangkan nilai-nilai dan adat istiadat yang hidup dan berlaku di antero nusantara dahulu. “Rakyat Indonesia memang terus membengkak, tapi akan mereka bertumbuh secara kualitas? Apakah mereka berdaya menghadapi dinamika kehidupan yang semakin dikuasai oleh yang bukan mereka? Begitupun nilai-nilai kehidupan kultural yang sejak lama menjadi komponen penguat dan pengikat bangsa Indonesia yang saat ini sudah tidak jelas fungsi dan perannya. Contohnya gotong royong dan musyawarah. Apakah masih ada di tanah air ini pada saat ini? Yang jelas muncul adalah persaingan dan ego sektoral. Itu bukan kita.”, tegas Iskandarsyah.

Menghadapi persoalan yang sedemikian peliknya, Iskandarsyah menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus segera meluruskan kiblat visi dan mereorientasi misi berbangsa dan bernegara. “Visi bangsa ini jelas dalam pembukaan Undang-Undang dasar dan Sila ke-5 Pancasila. Maka buatlah misi menuju ke arah sana. Jangan disorientasi. Jangan lakukan hal yang kontraproduktif. Contohnya, buat apa pemilu ketika kita punya teknologinya pada sila ke-4 Pancasila. Habis energi kita untuk kegaduhan dan kemudharatan yang tak perlu.”, jelas dosen yag pernah mengajar di Cina, Rusia, dan Italia ini.

Ketika ditanya tentang solusi dari permasalahan bangsa ini, pria yang akrab dipanggil bang Anggi ini menjelaskan bahwa teknologi sudah ada sejak bangsa ini lahir. “Kita punya Pancasila. Tegakkan dulu itu. Omong kosong bangsa ini bisa selamat jika Pancasila tidak tegak. Dan Pancasila adalah amanah Tuhan untuk bangsa yang telah diakadkan sebagai falsafah bangsa, dasar negara, dan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di tanah air Indonesia. Tugas bangsa ini adalah menjabarkan Pancasila menjadi strategi, taktik, dan model, lalu kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.”, ujarnya sebagai pemungkas.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com