Berita, Nasional, Pendidikan, Sosial Politik

Kapustanas: Ada Upaya Penghancuran Secara Masif Dan Sistematis Terhadap Generasi Muda Indonesia

KBN – Jakarta – Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional (Pustanas) Universitas Nasional, Iskandarsyah Siregar, menegaskan bahwa ada upaya sistematis dan masif yang berorientasi untuk menghancurkan sikap mental generasi muda Indonesia. Di antara bagian yang sedang dihancurkan oleh para musuh bangsa terhadap generasi muda Indonesia ini adalah sisi spiritual, intelektual, emosional, etika, dan estetika. “Musuh bangsa ini paham bahwa garda terbesar dan paling potensial di negara ini adalah generasi mudanya. Untuk itulah mereka berupaya sekuat dan secepat mungkin mengerdilkan sikap mental patriot khas bangsa Indonesia dari dalam diri generasi muda di tanah air ini.”, jelas Iskandarsyah saat dihubungi Kantor Berita Nasional, Minggu (13/8/2017).

Iskandarsyah juga menjabarkan bahwa bentuk serangan yang dilakukan oleh para musuh bangsa ini merupakan pilihan terbaik dan paling rasional bagi mereka. Ia mengungkapkan bahwa ada dua alasan kuat terkait hal tersebut. “Pertama, bangsa ini adalah bangsa pejuang yang memiliki catatan sejarah cemerlang dalam perang fisik. Mereka pasti berpikir 1000 kali jika ingin menyerang bangsa ini secara fisik dengan frontal. Kedua, bangsa Indonesia lahir lebih dulu dari pada negaranya. Artinya tanah air Indonesia diikat oleh nilai-nilai. Nilai-nilai itu adalah nilai-nilai kebenaran menurut para pemangku amanah bangsa. Nilai-nilai inilah yang coba dirusak dan dihancurkan oleh musuh-musuh bangsa Indonesia lewat infiltrasi kebudayaan asing, narkoba, sistem pendidikan yang disorientasi, paham sesat sejenis sekulerisme & LGBT, maupun lewat acara-acara TV yang sangat tidak bermutu bagi pengembangan dan penguatan sikap mental patriot anak bangsa.”, ujar Iskandarsyah.

Untuk itulah menurut Iskandarsyah, agenda penyelamatan generasi muda harus menjadi agenda prioritas di negara ini. Jika tidak, masa depan negara inilah yang menjadi taruhannya. “Anak Indonesia sangat unggul dalam potensi. Baik dari sisi intelektual maupun material fisisnya. Persoalannya, suatu potensi tidak akan berkembang menjadi manfaat jika tidak diimplementasikan secara tepat dalam sistem yang tepat. Satu-satunya sistem yang tepat dalam lingkup negara ini adalah Pancasila. Maka, jika ingin negara ini selamat, generasi muda Indonesia harus dibentuk dan diarahkan menjadi manusia yang (1) berkeTuhanan yang maha esa, (2) berkemanusiaan yang adil dan beradab, (3) menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Indonesia, (4) berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan (5) berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”, jelas dosen yang pernah mengajar di Lomonosov Moscow State University dan Guangxy University for Nationalities ini.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com