Berita, Internasional, Sosial Politik

Hikmahanto: Memerdekakan Palestina Harus Menjadi Agenda Indonesia Sebagai Anggota DK PBB

KBN – Jakarta – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menjelaskan bahwa ada 5 agenda yang harus dilakukan oleh Indonesia setelah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk masa jabatan 2019-2020. Demikian dijelaskan olehnya di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Menurut Hikmahanto yang pertama adalah Indonesia harus dapat meletakkan agenda yang berkaitan dengan masalah perdamaian dan keamanan dunia. Salah satunya adalah upaya memerdekakan Palestina dan perlindungan terhadap warga sipil di Palestina. Pun demikian, pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un di Singapura dalam waktu dekat ini harus dicermati karena sangat berpengaruh pada perdamaian dan keamanan dunia.

Kedua, Indonesia harus dapat memunculkan agenda kawasan yang berpengaruh pada perdamaian dan kemanan dunia. “Sebagai contoh ketegangan antar negara di Laut China Selatan, perlindungan terhadap etnis Rohingya dan masalah pengungsi asal sejumlah negara Timur Tengah.”, jelas Hikmahanto.

Ketiga, Indonesia memunculkan agenda-agenda yang berkaitan dengan perang melawan teroris. Ini penting mengingat pelaku teror telah mengubah perjuangannya untuk melawan hal-hal yang berbau Barat, tetapi sudah sampai pada upaya untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dari sejumlah negara, bahkan upaya mendirikan negara baru.

Yang berikutnya adalah persoalan intoleransi di dunia internasional. “Keempat, Indonesia perlu mengagendakan pembahasan tentang fenomena yang muncul belakangan ini terkait masalah intoleransi. Intoleransi telah menjadi wabah di berbagai negara, termasuk di negara-negara maju sekalipun.”, ujar Hikmahanto.

Sedangkan agenda kelima menurut Hikmahanto adalah Indonesia perlu mengusulkan agenda-agenda yang berkaitan dengan masalah ekonomi, perdagangan dan investasi yang berdampak pada perdamaian dan keamanan dunia. “Perang dagang dan tarif belakangan ini yang terjadi antar negara perlu untuk diwaspadai.”, kata dia

Diketahui bahwa Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Jumat (8/6/2018). Kemenangan Indonesia tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Umum Majelis PBB Miroslav Lajcak yang memimpin proses pemungutan suara.

Selain Indonesia, empat negara lain yang juga berhasil menjadi anggota tidak tetap DK PBB yakni Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com