Berita, Nasional, Pendidikan Kebudayaan, Sosial Politik

Haikal Hasan: Masjid Mana Yang Radikal? Bawa Golok Ke Bandara Itu Yang Radikal

KBN – Aktifis Islam Dr. Haikal Hasan mengatakan bahwa bagi umat Islam Indonesia, Pancasila sudah final. Begitupun terhadap NKRI. Haikal juga menjelaskan bahwa Ia merasa aneh dengan penelitian Perhimpunan Pengembangan Pesantren Dan Masyarakat (P3M) bekerja sama dengan Rumah Kebangsaan Darmadi Durianto yang merupakan politisi PDIP, yang mengaku telah meneliti radikalisme di Masjid-Masjid. “Penelitian belum matang, dikasih ke BIN, bukan riset yang Ilmiah.”, jelas Haikal pada acara TV Nasional Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (27/11/ 2018).

Haikal juga meragukan kevalidan dan keseriusan penelitian tersebut. “Disebutkan ada penceramah menyindir agama lain pada detik ke-5. Bagaimana mungkin? Kan baru Assalaamu’alaikum pada detik ke-5. Ini yang membuktikan bahwa selama ini pemahaman tentang radikal itu salah.”, ujar tokoh pergerakan umat Islam tersebut.

Ia juga mengkritik paparan politikus PSI yang juga pemikir liberal NU Guntur Romli, yang membawa-bawa Suriah dan ISIS dalam perbincangan dalam ILC saat itu.”Ga usah lebay. Jangan karena satu titik memberikan kesimpulan yang besar. Itu benar-benar menurunkan kecerdasan kita.”, papar Haikal.

Haikal menegaskan bahwa seharusnya pemerintah lebih tepat dalam menentukan mana yang radikal sebenarnya. “Harusnya pemerintah mengatakan bahwa bawa golok ke bandara itu radikal. Sampai ke tangga pesawat lagi. Tidak ada di negara lain. Menghalangi orang haul sambil joget-joget itu radikal. Mau yang lebih radikal? Petani karet nangis sekarang jual cuma 5000 perak dari yang tadinya 13.000. Sawit tinggal 3500/kilo. Itu yang radikal.”, tegas Haikal Hasan.

Haikal menyatakan bahwa siapapun yang macam-macam dengan. “Demi Indonesia yang akur, tenang, aman, dan damai, Tidak usah lebay. Biasa saja. kalau ada orang yang macam-macam dengan Pancasila itu musuh kita bersama.”, tegas Aktifis Islam yang terkenal lugas tersebut.

Pada akhirnya Haikal menegaskan bahwa hal ini semakin menegaskan ketangguhan Islam. “Hal ini membuktikan bahwa lagi-lagi serangan terhadap Islam tidak kena. Apalagi ini digulirkan menjelang aksi 212.”, tegas Haikal.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com