Berita, Nasional, Sosial Politik

Gatot Digadang Jadi Cagub, Kapustanas: Beliau Itu Tipikal Pemimpin, Bukan Pengejar Jabatan

KBN – Jakarta – Saat diminta pendapatnya terkait isu Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang digadang menjadi calon gubernur di Jawa Tengah, Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional, Iskandarsyah Siregar, menyampaikan pandangan idealisnya. Menurut Iskandarsyah, Gatot Nurmantyo adalah seorang bangsawan yang berkarakter pemimpin, bukan pengejar jabatan. “Sejak dulu sosok Gatot Nurmantyo tampil sebagai seorang bangsawan. Berlaku dan berbuat untuk bangsa. Jadi saya agak risih membayangkan kalau beliau harus ikut berebut jabatan dalam demokrasi. Bukan normatifnya seorang tentara. Saya berharap Jenderal Gatot tidak tergoda dengan sihir demokrasi.”, ujar Iskandarsyah saat dihubungi Kantor Berita Nasional di Jakarta, Sabtu (30/12/2017).

Iskandarsyah juga memaparkan bahwa selama ini Gatot juga terdeskripsikan sebagai sosok yang agamis dan Pancasilais. “Gatot Nurmantyo seorang muslim. Dan setahu saya dalam agama Islam meminta dan menginginkan jabatan itu dilarang. Terlebih, Jenderal Gatot pasti memahami bahwa sistem demokrasi yang beraroma liberal dan dikuasai oleh kapitalis sangat bertentangan dengan Pancasila.”, jelas dosen peneliti Linguistik, Ketahanan Nasional, dan kewirausahaan ini.

Menurut Iskandarsyah, ada tugas penting lain yang jauh lebih penting dan mendesak untuk diemban oleh Gatot Nurmantyo daripada harus terjerembab dalam dunia demokrasi, yaitu menyelamatkan bangsa dan negara. Dan jangan sampai termakan doktrin bahwa untuk menyelamatkan bangsa dan negara harus  melalui demokrasi, karena demokrasi sejatinya tidak kompatibel dengan Pancasila. Untuk itulah meskipun saat ini dia bukan lagi Panglima TNI, Gatot tetap harus terus berjuang seperti yang selama ini dia lakukan. “Bangsa ini sedang terjajah. Negara ini dalam keadaan krisis. Saya rasa sebagai seorang prajurit yang pernah memimpin matra pertahanan NKRI, beliau pasti memahami bahwa inilah saatnya bertindak dan melakukan segala cara dengan mengorbankan jiwa, raga, dan harta untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Karena secara hakikat tentara itu tidak pernah pensiun, hanya bebas tugas saja. Artinya harus siap kapan saja dan dimana saja untuk kembali memakai topi baja dan mengangkat senjata, demi tanah air.”, pungkas Iskandarsyah memaparkan.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com