Berita, Nasional, Sosial Politik

Gamawan Mengaku Sengsara Sejak Tersangkut Kasus E-KTP

KBN – Jakarta – Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku sengsara sejak tersangkut kasus E-KTP. Hal tersebut ia sampaikan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk terdakwa Setya Novanto, Senin (29/1/2018). “‎Saya jujur yang mulia, saya tidur hanya tiga jam. Lalu saya juga kadang dipanggil bersaksi. Saya juga tidak bisa kemana-mana. Sengsara saya.”, katanya.

Gamawan juga memberikan penjelasan lebih lanjut terkait adiknya, Azmin Aulia, yang disebut-sebut juga terseret di kasus ini. Ia mengaku langsung memanggil adiknya itu untuk menanyakan soal Azmi diduga menerima aset berupa ruko dan tanah di Jakarta Selatan dari Paulus Tanos, pengusaha yang menggarap proyek e-KTP. “‎Jadi begitu Andi Narogong bicara, saya tanya ke adik saya. Bener gak sama Paulus Tanos.”, jelasnya.

Sang adik lalu menjelaskan secara rinci soal jual beli tanah dan kepemilihan ruko itu sama sekali bukan pemberian terkait e-KTP. “Dia (Paulus Tanos) jual karena kesulitan uang dari pemerintah yang proyek belum turun. Kalau akta jual beli tidak bisa dipercaya gimana? Itu juga belinya kan atas nama perusahaan, bukan pribadi.”, terang Gamawan.

Gamawan juga menambahkan bahwa seluruh proses tranfer bank untuk pembayaran ruko dan tanah seluruhnya telah diserahkan ke KPK sebagai bukti.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com