Berita, Internasional, Sosial Politik

DPR Tuntut Pelaku Penembakan Paramedis Palestina Diseret Ke Pengadilan Kriminal Internasional

KBN – Jakarta – Perilaku barbar berupa penembakan brutal yang dilakukan tentara Israel yang menewaskan paramedis Palestina, Razan al-Najjar mendapat kecaman dari DPR RI. Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah Indonesia berpartisipasi dan mendorong dunia internasional untuk menyeret pelaku penembakan itu ke Pengadilan Kriminal Internasional. “Saya menyerukan bangsa Indonesia untuk mendorong dunia internasional menyeret para pelaku kejahatan perang Israel terhadap warga Palestina ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).”, tegas Sukamta di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Ia menjelaskan bahwa tembakan brutal tentara Israel terhadap paramedis Najjar jelas telah melanggar Konvensi Jenewa tahun 1949. Terlebih lagi konteks peristiwa tersebut bukan sedang perang, namun hanya demonstrasi warga Palestina yang menuntut hak tempat tinggal mereka. Jelas termaktub dalam konvensi tersebut paramedis seharusnya mendapat perlindungan hukum untuk menyelamatkan mereka yang terluka dalam konflik. Pasal 26 secara khusus telah disebutkan bahwa paramedis yang melakukan pencarian, pengumpulan, atau perawatan luka-luka harus mendapat perlindungan khusus. “Kejadian ini menjadi bukti kebrutalan dan kebiadaban penjajah Israel yang tidak peduli kemanusiaan dan menghalalkan segala cara. Tidak beradab sama sekali, semua peraturan dunia internasional diabaikan demi melanggengkan penjajahannya. Israel yang tidak beradab layak dikucilkan dari pergaulan negara-negara beradab civilized world.”, kecam Sukamta.

Diketahui sebelumnya bahwa tentara penjajah Israel menembak mati relawan medis perempuan Palestina Razan Al-Najjar di Jalur Gaza, Palestina. Tragedi ini menimbulkan kecaman masif dari seluruh penjuru dunia. Dunia internasional secara tegas mengutuk tindakan keji tentara Israel terhadap Najjar. Apalagi, Najjar yang baru berusia 21 tahun tersebut ditembak saat sedang menolong seorang demonstran yang terluka di Khan Younes.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com