Berita, Nasional, Sosial Politik

Daftar 200 Mubaligh Versi Kemenag, Kapustanas: Ternyata Zaman Sekarang Cerdas Itu Langka

 

KBN – Jakarta – Merespon daftar 200 nama Mubaligh yang dirilis oleh Kementerian Agama RI, Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional Universitas Nasional, Iskandarsyah Siregar, menyatakan bahwa hal tersebut sangat tidak layak karena tidak jelas orientasi dan definisinya. “Ternyata zaman sekarang cerdas itu langka. Karena cerdas itu berarti memiliki dasar argumen dan orientasi yang jelas dan tepat. Pertanyaannya untuk apa daftar itu dikeluarkan? Sedangkan menteri Agama sendiri tidak menjelaskan apa urgensinya. Kalau memang ada desakan dari masyarakat, tunjukan apa bentuk keterdesakannya. Yang lebih penting lagi adalah apa yang menjadi variabel ukur pemilihan nama-nama tersebut? Apakah berarti yang tidak termasuk dalam daftar tersebut memiliki kelas atau tingkatan berbeda dengan yang terdaftar? Lalu sejauh mana kompetensi tim Kemenag sehingga menjadi layak untuk menentukan daftar tersebut? Jawaban dari pertanyaan ini yang menentukan cerdas atau tidaknya kebijakan ini.”, ujar Iskandarsyah saat ditemui di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (20/5/2018)

Ia juga meminta agar setiap pihak mulai menghidupkan kepekaan sosialnya masing-masing. Jangan sampai suatu kebijakan atau tindakan menjadi langkah kontraproduktif yang menjurus pada kegaduhan. “Seharusnya pemerintah berpikir dengan matang dan bijaksana sebelum membuat kebijakan. Saat ini masyarakat sedang sangat sensitif terhadap isu Agama. Saya berasumsi ada yang menari dalam genderang kegaduhan ini. Ini ancaman berbahaya bagi ketahanan nasional kita”, jelas Iskandarsyah.

Terakhir Iskandarsyah meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam agar jangan terprovokasi dengan segala bentuk strategi musuh bangsa dalam upaya merusak dan merebut tanah air Indonesia. “Indonesia adalah sebuah bangsa yang membentuk negara dengan variabel nilai-nilai luhur. Dalam koonstitusi pun jelas diakui bahwa negara ini merdeka berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa. Jadi sebuah keniscayaan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Agama. Musuh bangsa ini juga paham itu, sehingga mereka pun berusaha merusak dan mendevaluasi nilai-nilai tersebut. Ketika mereka tidak mampu mensekulerisasi bangsa ini secara langsung, mereka mengambil langkah untuk membunuh karakter Agama dan pemeluknya. Intinya adalah bahwa musuh bangsa ini ingin bangsa ini jauh dari Agama, karena Agamalah yang menjadi variabel dasar perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa dan negara Indonesia.”, tegas Iskandarsyah memungkasi pembicaraan.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com