Berita, Nasional, Pendidikan, Sosial Politik

Badan Bahasa: Merk Dagang, Industri, atau Iklan Harusnya Menggunakan Bahasa Indonesia

KBN – Jakarta – Menurut Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) penggunaan bahasa Indonesia di sektor publik seperti di pusat perbelanjaan maupun perumahan masih kurang populer. “Contohnya di bandara kita lihat, kafe yang menawarkan black coffepadahal dengan hanya menuliskan kopi hitam juga akan tetap laku.” kata Kepala Badan Bahasa Kemdikbud, Dadang Sunendar, di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Dadang menjelaskan bahwa dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, disebutkan bahwa merk dagang, industri ataupun iklan dan lainnya harus menggunakan bahasa Indonesia. “Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi baru meresmikan Simpang Susun Semanggi. Itu penuh perjuangan untuk memberi nama Simpang Susun Semanggi, karena awalnya mau diberi nama dengan unsur bahasa asing. Kami langsung kontak pemerintah daerah Jakarta, jangan sampai ikon negara menggunakan bahasa asing.”, jelasnya.

Ia pun mengkritisi penggunaan kata ultimate pada terminal tiga Bandara Soekarno Hatta yang dianggap tidak tepat. Ia beranggapan bahwa seharusnya tak perlu menggunakan kata ultimate, karena jika ada pengembangan bukan tidak mungkin ada terminal empat dan lima. “Tapi itu kemudian kata ultimate dihilangkan. Selanjutnya skytrain di bandara, kami mengusulkan memberi nama kalayang atau kereta api layang.” kata Dadang menjelaskan.

Dadang berharap ke depan para pelaku dunia usaha untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia. “Bahasa menjadi perekat kita, berbagai perbedaan di antara kita dapat diselesaikan melalui bahasa.”, tegas Dadang.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com