Berita, Internasional, Sosial Politik

Amerika Memindahkan Seorang Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi

KBN – New York – Dikabarkan bahwa Pentagon telah memindahkan seorang tahanan Guantanamo Bay ke penjara Arab Saudi pada Rabu (2/5/2018). Proses transfer tahanan tersebut adalah pertama kalinya pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Tahanan tersebut bernama Ahmed Muhammed Haza al-Darbi. Pejabat Amerika berniat untuk memberikan dia waktu sembilan tahun tersisa di penjara Saudi dalam hukuman 13 tahun yang dibebankan sebelumnya.

Diketahui sebelumnya bahwa Darbi mengaku bersalah terkait serangan Alqaidah tahun 2002 silam. “Apa yang saya ucapkan ini mungkin tidak akan adil untuk teman-teman yang masih berada di Guantanamo. Tetapi seharunya tidak perlu ada yang menetap disana tanpa ada pengadilan.”, jelas Darbi seperti yang disampaikan oleh pengacara relawan, Ramzi Kassem yang juga seorang Profesor Hukum di Universitas New York.

Darbi sendiri merupakan tahanan yang dibawa ke pangkalan laut AS di Kuba selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menetap di Guantanamo. Saat itu pemerintahan Bush menilai bahwa teroris dapat ditahan tanpa pengadilan dan peninjauan yudisial.

Namun, seiring berjalannya waktu, pengadilan memberikan hak terhadap tahanan untuk mendapatkan perlakuan yang manusiawi di bawah Konvensi Jenewa. Hal itu membuat kondisi membaik di penjara.

Tapi Bush berkeras untuk mengubah aturan dengan klaim bahwa fasilitas di penjara menjadi alat propaganda bagi musuh dan gangguan sekutu. Kemudian Obama yang mewarisi 242 tahanan dari Bush mencoba mencari jalan tengah.

Obama tidak menambah tahanan baru dan ingin memindahkan para tahanan ke penjara domestik. Tapi keinginan tersebut tidak disetujui oleh Kongres. Sebaliknya Trump, terlalu banyak membual mengenai retorika Guantanmo saat masa kampanyenya dulu.

Pada Januari lalu, Trump menandatangani dokumen mengenai Guantanamo dan perpindahan para tahanan. Transfer tahanan saat ini menjadi pilihan terakhir. Tidak ada penambahan tahanan sejak 2008 silam sejak Mahkamah Agung membuat keputusan bahwa tahanan mendapatkan hak konstitusional. Sistem militer juga telah berjuang mempersoalkan kasus-kasus ke pengadilan, serta Undang-Undang melarang pihak berwenang membawa tahanan ke penjara domestik, bahkan untuk penuntutan begitu mereka sampai ke Guantanamo. Tetapi kebijakan tersebut masih terus menjadi perhatian di Kongres, dilansir laman New York Times.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com