Berita, Nasional, Sosial Politik

DPR Minta Kapolri Adil Dalam Kasus Ujaran Kebencian

KBN – Jakarta – Menanggapi isu penindakan oleh polisi terhadap penyebaran hoax, wakil ketua komisi VIII DPR Sodik Mudjahid meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian berlaku adil dalam menindak kelompok-kelompok penyebar hoax. Hal tersebut disampaikan oleh Sodik menanggapi penangkapan kelompok The Family MCA (Muslim Cyber Army) yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. “Kapolri harus adil menangkap para pengujar kebencian dari semua kelompok yang kriterianya sama dengan kelompok Family MCA yang ditangkap.”, jelas Sodik saat dihubungi media, Rabu (28/2/2018).

Diketahui sebelumnya bahwa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap empat orang pelaku ujaran kebencian di empat kota berbeda. Keempat orang yang ditangkap ini merupakan anggota Muslim Cyber Army. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan keempat tersangka merupakan anggota kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang tergabung ke dalam aplikasi pesan grup WhatsApp “The Family MCA”.

Inisial keempat tersangka yakni ML (ditangkap di Sunter, Jakarta Utara), RSD (ditangkap di Bangka Belitung), RS (ditangkap di Jembrana, Bali) dan Yus (ditangkap di Sumedang, Jawa Barat). Berdasarkan hasil penyelidikan, grup ini sering melempar isu bernada provokasi di media sosial. “Isu seperti kebangkitan PKI, penculikan ulama, fitnah terhadap presiden, pemerintah dan tokoh-tokoh tertentu termasuk menyebarkan virus yang sengaja dikirimkan kepada orang atau kelompok lawan yang berakibat dapat merusak perangkat elektronik bagi penerima.”, katanya di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com