Berita, Nasional, Sosial Politik

DPR RI: Jangan-Jangan Ada Yang Mencatut Nama BNN

KBN – Jakarta – Menyusul penemuan senjata api laras panjang buatan Rusia jenis Saiga-12CEXP-01, kaliber 18,3 MM yang ditemukan di Bandara Fatmawati-Soekarno Bengkulu, anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, mendesak Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso memberi penjelasan terkait hal tersebut. “Jenderal Buwas selaku kepala BNN diminta untuk menjelaskan apakah benar pengirimnya berasal dari BNN. Atau jangan-jangan ada yang mencatut nama BNN.”, jelas Nasir kepada media di Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Nasir juga meminta Kepala BNN dapat mengklarifikasi apakah 10 koli barang yang dipaket, dengan menggunakan jasa salah satu maskapai penerbangan, benar berasal dari BNN atau tidak. Sebab, tidak hanya senjata Saiga-12CEXP-01, kaliber 18,3 MM yang ditemukan, melainkan 21 pistol softgun jenis CZ P-07, kaliber 22 mm. Kemudian, 42 buah sarung pistol dan 21 buah rompi anti peluru. Jika hal tersebut benar, ia pun mempertanyakan sikap BNN yang mengirimkan senjata api tersebut tanpa ada pengawasan ketat. Sebab, hal tersebut dapat membahayakan penumpang pesawat, serta rawan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. “Tapi anehnya kenapa alamat di Bengkulu bukan alamat institusi BNN Provinsi Bengkulu. Ini wajib dilacak agar tidak kehilangan jejak atau dibiarkan menguap begitu saja.”, kata Nasir.

Diketahui sebelumnya bahwa beredar kabar sejak siang tadi tentang 10 koli barang yang dipaket tersebut masuk ke terminal cargo Bandara Fatmawati, dengan menggunakan jasa salah satu maskapai penerbangan. Paket tersebut disebut dikirim oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Penemuan tersebut berdasarkan hasil scan mesin pemeriksaan X-ray Bandara Fatmawati. Saat ini, barang terlarang tersebut sudah diamankan aparat Korem 041 Garuda Emas (Gamas) Bengkulu.

Menurut Kepala Bidang (kabid) Berantas BNN Provinsi Bengkulu, AKBP Marlian Ansori, senjata api yang terekam X-Ray Bandara Fatmawati, milik BNN. Marlian juga mengatakan bahwa pengiriman itu dikirim secara resmi dengan didukung dokumen resmi. ”Surat dokumennya lengkap. Itu surat pengiriman secara resmi untuk BNN Bengkulu.”, kata Marlian.

Ia juga mengatakan bahwa pengiriman senjata itu sesuai dengan kebutuhan personil di BNN Provinsi Bengkulu. ”Itu untuk pendukung tugas kita dalam rangka perang terhadap narkoba. Sebab selama ini kita belum dilengkapi senjata.’,’ kata Marlian.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com