Berita, Nasional, Sosial Politik

DPR Meminta KPK Transparan Terkait Harta Sitaan Koruptor

KBN – Jakarta – Perseteruan antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampaknya semakin panas. Bahkan anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menegaskan bahwa KPK harus bisa transparan soal penyimpanan barang sitaan berupa aset kendaraan milik koruptor yang sudah ditetapkan sebagai terpidana. Ia juga meminta komisioner KPK menyampaikan soal barang sitaan ini dengan kepala dingin dan konkret, tanpa menggunakan emosi.

Pernyataan Masinton tersebut dilontarkan setelah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dianggap bernada tinggi saat ingin mengajak anggota DPR mengunjungi lokasi penyimpanan mobil hingga barang lainnya yang dipertanyakan. “KPK tidak kelihatan agresif untuk melakukan menjaga aset itu supaya tidak dikalahkan. Ini butuh penjelasan pimpinan, KPK santai saja menjelaskan. Ini negara kita, kelola dengan benar agar juga disampaikan dengan kepala dingin tak usah emosian tadi. Santai saja pak, kita santai di sini. Kita sama-sama membicarakan bangsa. Ini bersama-sama di sini. Semua mekanisme diatur UU MD3, termasuk dalam Tatib DPR.”, ujar Masinton dalam rapat dengan KPK di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Diketahui sebelumnya bahwa pimpinan KPK memang dicecar soal aset koruptor di Rupbasan. Ketika satu jawaban sudah diberikan, anggota DPR yang lain, kembali menyoal aset koruptor itu. “Karena kemarin penjelasan ketika kami memanggil saudari Yulianis (saksi kasus Nazaruddin), ada beberapa aset yang direktur keuangan permai pada saat itu membeli tapi kemudian diajukan gugatan dan kemudian sudah disita dikalahkan pengadilan.”, ujarnya.

Red.

Kantor Berita Nasional ( KBN )

kantorberitanasional.com